Karya Ilmiah

Kuat Dukung Tanah Lempung Bayat Klaten Yang Distabilisasi Dengan Tras

Admin | Sabtu, 28 November 2016 - 10:29:52 WIB | dibaca: 27 pembaca

Tanah lempung Bayat, Klaten termasuk jenis tanah yang labil. Kondisi ini dapat dilihat dari bentuk fisik tanah, jika pada musim kemarau tanah menjadi retak-retak karena susut, sedangkan pada musim penghujan tanah menjadi lembek dan kondisi jalan yang mengalami kerusakan, seperti retak-retak dan permukaan jalan menjadi bergelombang. Berdasarkan uraian di atas maka diperlukan adanya perbaikan pada tanah tersebut. Salah satu metode perbaikan tanah adalah dengan stabilisasi kimiawi. Penelitian ini berusaha memperbaiki tanah lempung Bayat, Klaten dengan cara stabilisasi menggunakan bahan tras. Bahan tras dipilih karena menurut Wiqoyah (2007) pencampuran tanah dan tras dapat memperbaiki sifat fisis tanah. Berdasarkan uraian di atas pada penelitian ini tras digunakan menjadi bahan stabilisasi dengan variasi campuran 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Metode penelitian yang dilakukan berupa serangkaian pengujian yaitu uji kadar air, specific gravity, Atterberg limits, analisa ukuran butiran, Standard Proctor, dan uji CBR.  Hasil uji sifat fisis tanah asli didapat nilai LL = 80,21%, PL = 36,28%, SL = 14,72 dan PI = 43,93%. Hasil pengujian sifat fisis tanah campuran menunjukkan bahwa nilai kadar air, batas cair, batas plastis, batas susut, indeks plastisitas, nilai persentase lolos saringan No.200, kelompok indeks mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya tras. Klasifikasi tanah campuran menurut sistem AASHTO tanah dengan campurn tras 0%, 2,5%, dan 5% masuk dalam kelompok A-7-5 sedangkan tanah dengan campuran 7,5% dan 10% masuk dalam kelompok A-7-6. Berdasarkan sistem klasifikasi tanah USCS masuk dalam kelompok CH. Hasil uji pemadatan tanah menggunakan Standard Proctor berat volume kering maksimum mengalami peningkatan dan kadar air optimum mengalami penurunan sering dengan bertambahnya campuran tras. Berat volume kering maksimum terbesar terjadi pada campuran tras 10% dengan nilai 1,327 gr/cm3. Kadar air optimum terkecil diperoleh campuran 10% dengan nilai 23%. Nilai CBR unsoaked dan soaked tanah campuran cenderung mengalami peningkatan seiring bertambahnya persentase campuran tras. Nilai CBR unsoaked tertinggi terjadi pada tanah campuran tras 10% yaitu sebesar 25%, dan nilai CBR Soaked tertinggi terjadi pada tanah campuran tras 10% yaitu sebesar 6%. (Sandi Prasetio)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)