Karya Ilmiah

PENGGUNAAN KARET ALAM MENTAH UNTUK MATERIAL RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT

Admin | Rabu, 20 Oktober 2015 - 23:57:06 WIB | dibaca: 585 pembaca

FERRY MUHAMMAD ANNAS, ERWIN MAHANINGTYAS


Karet Alam didunia 70% dihasilkan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Karet
alam didapat dari menyadap pohon karet Hevea Brasiliensis berupa cairan karet
yang disebut lateks. Karet sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari mulai
dari kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan industri. Kebanyakan karet
digunakan dalam pembuatan selang dan ban mobil (sekitar 50% lebih). Kini jumlah
perkebunan karet di Indonesia telah mencapai 3.45 juta hektar dan sebagian besar
merupakan perkebunan rakyat. Ini merupakan potensi luar biasa yang dimiliki
bangsa Indonesia.  Potensi yang dapat diandalkan untuk pembangunan ekonomi
nasional.   Dari perkebunan rakyat tidak hanya rakyat yang menyandarkan
hidupnya, tetapi Negara juga ikut merengkuh dolar dari setiap tetes getah yang
dihasilkan.  Bagi petani kecil tanaman karet merupakan Auto Teller Machine
(ATM) yang kapan saja bisa disadap untuk menghasilkan uang.
Karet alam memiliki banyak sifat unggul antara lain sebagai berikut :
 Karet alam memiliki daya elastis atau daya lenting yang baik, plastisitas
yang baik, mudah pengolahannya, tidak mudah aus (tidak mudah habis karena
gesekan), dan tidak mudah panas. 
 Sifat unggul lain dari karet alami adalah memiliki daya tahan yang tinggi
terhadap keretakan, tahan hentakan yang berulang-ulang, serta daya lengket yang
tinggi terhadap berbagai bahan.    Infrastruktur jalan merupakan prasarana manusia sebagai wadah untuk terjalinnya interaksi
sosial serta mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan budaya. Bilaman infrastruktur jalan
mengalami kerusakan maka akan meyebabkan kurangnya interaksi sosial, memperlambat
mobilitas ekonomi dan menurunkan nilai kebudayaan. Panjang jalan Nasional Indonesia pada
tahun 2012 mencapai 38.189.430 Km yang meliputi panjang jalan yang bagus mencapai
31.522.090 Km (82,54 %), Panjang jalan yang mengalami kerusak 6.667.34 Km (17,46 %).
Dengan sfesifikasi kerusakan ringan mencapai 48,28 % dan kerusakan berat mencapai 51,72 %.
Pekerjaan daur ulang (recycling) perkerasan jalan adalah suatu cara yang digunakan untuk
merehabilitas (memeperbaiki) perkerasan jalan yang telah rusak ke perkerasan yang baru
dengan biaya yang relatif lebih murah, tetapi tetap memberikan rasa nyaman, aman terhadap
penggunanya dan tentunya juga awet. Metode daur ulang ini memiliki beberapa keuntungan,
antara lain mengembalikan kekuatan perkerasan jalan yang telah rusak dan mempertahankan
desain geometrik jalan serta mengatasi ketergantungan akan material baru. Sistem daur ulang
ini membutuhkan limbah perkerasan jalan. Limbah-limbah dari perkerasan yang telah rusak atau
sudah habis umur rencananya biasa disebut dengan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP).
Penambahan karet alam sebagai material campuran dalam RAP diharapkan menghasilkan
analisa kekuatan yang bagus didalam campuran Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dan
menyebabkan agregat melekat kuat, tetapi juga memiliki tingkat elastisitas yang tinggi. Bila
mana penelitian ini dilakukan akan menambah kualitas dari aspal jika tidak maka kerusakan
infrastruktur jalan akan terus akan terjadi, dengan ini peneliti ingin melakukan penelitian tentang
pengaruh karet alam sebagai bahan tambah Reclaimed Asphalt Pavement (RAP).










Komentar Via Website : 13
Jelly Gamat QNC
24 Februari 2016 - 10:52:44 WIB
never give up, dont lose hope http://ow.ly/YGgYh
Menghilangkan Kista Dengan Mengkonsumsi Gamat Emas
03 Maret 2016 - 20:56:35 WIB
never give up, dont lose hope http://ow.ly/Z1qjZ
Obat Hernia
02 Januari 2017 - 08:25:42 WIB
Dengan berusaha selama ini yakin hasilnya bisa yang terbaik ? https://goo.gl/G08J79https://goo.gl/ZEUQr3 | https://goo.gl/IrwjU4 | https://goo.gl/ueEuQm | https://goo.gl/gH8rbg
Bestprofit
04 Mei 2017 - 14:35:26 WIB
Terimakasih informasinya http://etrade.bestprofit-futures.com/
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)