Assalamualaikum Wr. Wb.
Penertiban lingkungan bebas rokok diterapkan oleh Prodi Teknik Sipil UMS. Dalam rangka menciptakan kondisi pembelajaran optimal program studi Teknik Sipil mendukung Program Universitas untuk menghentikan siapapun yang berada di lingkungan prodi bersih dari asap rokok. Apabila terbukti melakukan kesalahan tidak segan, Sekprodi akan memanggil mahasiswa yang bersangkutan untuk diberikan hukuman. Diharapkan hal tersebut dapat memberikan efek jera. Meskipun begitu ada beberapa alasan mengapa seseorang terus merokok.
Penelitian oleh mahasiswa FKIP UMS Sismanto, 2020 bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan, bahaya yang sudah mereka rasakan adalah seperti sesak nafas, kebugaran tubuh yang mulai berkurang, batuk-batuk. Sedangakan penyakit umum yang mereka ketahui seperti penyakit kanker, jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Faktor-faktor pendorong mahasiwa mengkonsumsi rokok adalah
- Pertama, faktor kepribadian yaitu merokok karena rasa ingin tahu yang tingi akan rokok tanpa pengaruh oleh orang lain.
- Kedua, faktor keluarga yaitu pengaruh anggota keluarga, saat melihat salah satu anggota keluarga yangmerokok akhirnya muncul keinginan untuk merokok.
- Ketiga, atau faktor yang terakhir adalah pergaulan, mahasiswa mengaku bahwa faktor pergaulan merupakan faktor yang paling kuat untuk mendorong atau muncul pengaruh untuk merokok.
Bahaya-bahaya merokok bagi kesehatan yang sudah diketahui oleh mahasiswa perokok belum mampu untuk mahasiswa perokok menghentikan aktivitas merokok mereka, karena mereka mengaku sangat sulit untuk meninggalkan atau berhenti merokok, hal ini disebabkan karena efek candu dari rokok. Kesimpulan penelitian ini adalah mahasiswa sudah mengetahui bahaya merokok bagi kesehatan tetapi mahasiswa sulit untuk berhenti merokok karena efek candu dari rokok. (link)
Sebagai pengingat siapapun yang berada di lingkungan Prodi Teknik Sipil UMS dilarang keras merokok atau berbuat yang tidak sepantasnya.
Semoga Berkenan,
Wassalamualaikum Wr. Wb.
